Selasa, 19 Maret 2013

Kesadaran dan Tingkatannya

A. Pengertian Kesadaran
Kesadaran merupakan kemampuan individu mengadakan hubungan dengan lingkungannya serta dengan dirinya sendiri (melalui panca inderanya) dan mengadakan pembatasan terhadap lingkungannya serta terhadap dirinya sendiri (melalui perhatian).
Alam sadar adalah alam yang berisi hasil-hasil pengamatan kita kepada dunia luar.

B. Bentuk Kesadaran
Menurut Maramis bentuk-bentuk kesadaran yaitu:
1. Kesadaran normal
    Adalah suatu bentuk kesadaran yang ditandai individu sadar tentang diri dan lingkungannya sehingga daya
    ingat, perhatian dan orientasinya mencakup ruang, waktu dan orang dalam keadaan baik.
2. Kesadaran menurun
    Adalah suatu bentuk kesadaran yang berkurang secara keseluruhan, kemampuan persepsi, perhatian dan
    pemikiran.
3. Kesadaran meninggi
    Adalah suatu bentuk kesadaran dengan respon yang meninggi terhadap rangsang.
4. Kesadaran waktu tidur
    Adalah suatu bentuk kesadaran yang ditandai dengan menurunnya kesadaran secara reversibel, biasanya
    disertai posisi berbaring dan tidak bergerak.
5. Kesadaran waktu mimpi
6. Kesadaran waktu disosiasi
    Adalah suatu bentuk kesadaran ditandai dengan keadaan memisahkan sebagian tingkah laku atau kejadian
   dirinya secara psikologi dari kesadaran.
7. Trance
    Adalah keadaan kesadaran tanpa reaksi yang jelas terhadap lingkungan yang biasanya mulai dengan
    mendadak.
8. Hipnotis
    Adalah kesadaran yang sengaja diubah melalui sugesti.
9. Kesadaran yang terganggu

C. Tingkat Kesadaran
Tingkat kesadaran dibagi menjadi:
1. Komposmetis
    Sadar sepenuhnya, baik terhadap dirinya maupun lingkungannya. Pasien dapat menjawab pertanyaan  
    pemeriksa dengan baik.
2. Apatis
    Pasien tampak segan dan acuh tak acuh terhadap lingkungannya.
3. Delirium
    Penurunan kesadaran disertai kekacauan motorik dan siklus tidur-bangun yang terganggu. Pasien tampak 
    gaduh, gelisah, kacau, disorientasi dan meronta-ronta.
4. Somnolen (letargie)
    Keadaan mengantuk yang masih dapat pulih bila dirangsang, tapi bila rangsang berhenti, pasien akan tidur  
    kembali.
5. Sopor (Stupor)
    Keadaan mengantuk yang dalam. Bisa dibangunkan dengan rangsang kuat (rangsang nyeri), tapi pasien 
    tidak bangun sempurna dan tidak dapat memberikan jawaban verbal dengan baik.
6. Semi koma
    Penurunan kesadaran yang tidak memberikan respon terhadap verbal, dan tidak dapat dibangunkan sama  
    sekali, tapi reflex (kornea, pupil) masih baik. Respon nyeri tidak kuat.
7. Koma
    Penurunan kesadaran yang sangat dalam, tidak ada gerakan spontan dan tidak ada respon terhadap 
    rangsang nyeri.


Sumber :
Buku Psikologi untuk Keperawatan, Drs. Sunaryo.M.Kes, hal. 78-79
http://emirzanurwicaksono.blog.unissula.ac.id/2013/01/10/tingkat-kesadaran-dan-gcs/

1 komentar:

  1. Mas boleh minta info penerbit dari buku yang dijadikan sumber itu apa

    BalasHapus